Data Dan Permasalahannya

2. PENGOLAHAN DATA DAN PERMASALAHANNYA

Sistem informasi raksasa
Tingkat pertumbuhan dalam penyimpanan informasi pada badan pemerintahan sangat tinggi begitu pula kemajuan pada bidang telekomunikasi. Hal ini mendorong diciptakannya sistem informasi ukuran raksasa yang melibatkan banyak basis data sekaligus.
Contoh :
• FEDWIRE (jaringan transfer data elektronik yang disediakan oleh federal reserve system)
• Sistem kartu kredit VISA
• American Express
• Sistem pengendalian lalu lintas udara dll…

Permasalahan yang timbul :
• Kerahasiaan dan kebebasan penggunaan informasi
• Peraturan penggunaan informasi
• Keamanan dari sistem informasi
• Keamanan transmisi data dengan enkripsi
• Ketergantungan pada ‘otomasi birokrasi’
• Jaminan dan hak penggunaan sistem informasi
• Penyusunan kebijakan untuk mengarahkan pengembangan selanjutnya

Otomasi birokrasi
Sejak zaman sebelum komputer dimanfaatkan, pemerintah selalu dikritik karena kecenderungannya yang terlalu birokratis. Badan pemerintah terlalu mementingkan peraturan dan tata cara atau prosedur, sehingga mereka sering melupakan bahwa mereka harus melayani masyarakat dan membantu memecahkan masalah yang ditemui masyarakat. Sering timbul pertanyaan yang amat sederhana: apakah sistem komputer yang ada benar-benar meningkatkan kualitas pengambilan keputusan pemerintah? Lebih jauh lagi: apakah para anggota masyarakat akan lebih terjamin haknya, setelah komputer berperan dalam proses pengambilan keputusan? Apakah ada kepastian bahwa komputer benar-benar dapat dipertanggung jawabkan sebagai salah satu komponen dalam proses pengambilan keputusan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat terhadap gejala meluasnya penggunaan komputer di pemerintahan.

Data yang berlebihan
Misalnya Departemen Perumahan dan Pembangunan Lingkungan Perkotaan berkeinginan untuk mengumpulkan data tentang lapangan kerja kaum minoritas dari negara-negara bagian. Ternyata data semacam itu sudah disimpan oleh badan pemerintah lain yang menangani bidang lapangan pekerjaan. Jadi 90% dari badan pemerintah pada saat ini saling memanfaatkan data yang sudah ada pada arsip mereka. Hasilnya jelas, uang pembayar pajak dapat diselamatkan.

Kemungkinan pemecahan
Gejala-gejala yang ditemukan oleh komisi tersebut antara lain berupa:
• Masyarakat tidak puas terhadap keterlambatan dan ketidak cermatan informasi di banyak tempat.
• Ketidakmampuan pemerintah untuk melindungi warga negaranya dari praktek pemanfaatan informasi yang merugikan.
• Peralatan yang ketinggalan zaman, sistem yang tidak efektif dan personil yang kurang mampu.
• Meningkatnya ancaman dalam bidang ekonomi, karena data yang bersifat teknis dapat mengalir ke luar negeri tanpa kendali dari pemerintah.
• Unit angkatan bersenjata yang rawan, sebagai akibat dari menuanya peralatan, sistem dan personil yang kurang terdidik.

Banyak usulan perbaikan dan kritik yang masuk ke pemerintah federal. Salah satu masukan tersebut memberikan gambaran sebagai berikut:

1. Pengembangan dari teknologi komputer, sebaiknya dilakukan dengan pola desentralisasi.
2. Bila dilakukan pengkajian terhadap bagian pengolahan data badan pemerintah, praktek pengolahan data lebih banyak merugikan dari pada menguntungkan oleh karena biaya yang cenderung tinggi, waktu yang lambat dan moral petugas yang mulai menurun.
3. Perencanaan jangka panjang harus segera diterapkan dan perencanaan yang dibuat harus mampu untuk memperbaiki kebijaksanaan pembelian peralatan.
4. Metoda manajemen dan tata cara pembukuan harus diperbaiki.
5. Strategi yang menyeluruh untuk mengatur sumber informasi, termasuk komputer, arsip kertas dan film mikro perlu untuk dikembangkan.

3. PERTAHANAN NASIONAL
Tanggung jawab terbesar dari pemerintah federal adalah untuk mempertahankan bangsanya dari serangan musuh, baik dari luar maupun dari dalam. Pengembangan dari Sistem Informasi Pemerintah harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati, karena dampaknya terhadap keselamatan negara dan umat manusia amat besar.
Tidak mengherankan bahwa departemen pertahanan merupakan pembeli produk teknologi yang terbesar. Anggaran untuk sistem komunikasi, komando, kendali dan dinas rahasia mencapai milyaran dollar karena sektor ini harus diorganisir agar menjadi unit-unit operasi yang selaras dan saling mengisi.

Komputerisasi Peperangan
Di udara, perubahan teknologi yang sangat berarti telah terjadi. Pesawat tempur sudah terlalu ‘maju’ bagi seorang manusia. Puluhan panel dengan berbagai jenis data dan informasi di ruang kemudi teralu rumit bagi manuia biasa. Penerbang mengalami krisis untuk mencerna informasi. Apalagi pada saat keadaan kritis, penerbang hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berfikir. Pesawat harus dilengkapi dengan peralatan yang canggih sehingga hanya dengan sentuhan-sentuhan ringan atau kata-kata sandi tertentu, dapat dikendalikan untuk melaksanakan tugas-tugas yang diperlukan.

Pesawat tempur mutakhir pada umumnya dilengkapi dengan fasilitas komando dengan suara. Suara tersebut direkan terlebih dahulu, sesuai dengan suara penerbangnya. Pesawat hanya mengenal suara penerbangnya masing-masing. Pada keadaan tertentu, penerbang tinggal meneriakkan ‘fire’ untuk melepaskan sebuah peluru kendali ke sasaran yang telah ditentukan. Walaupun pengenalan suara masih bersifat percobaan dalam penelitian, akan tetapi dengan beberapa pembatasan dan pendekatan praktis hasil penelitian tersebut telah dapat dimanfaatkan dalam rancangan pesawat tempur.
Permainan Perang
Dalam masa damai, angkatan bersenjata melakukan berbagai jenis latihan untuk menjaga tingkat kesiagaan yang tinggi. Permainan video telah dimanfaatkan oleh pakar militer sebagai sarana latihan yang cukup efektif. Penerbang dan pengemudi tank dapat berlatih menembak dan mengendalikan kendaraannya tanpa harus menerbangkan atau menjalankannya. Perangkat lunak permainan video diubah dan disempurnakan, sehingga mampu memberikan gambaran tentang proses penembakan dan lintasan pelurunya dengan cukup realistis. Permainan perang yang jauh lebih canggih diberi nama Janus, berhasil dikembangkan oleh Pentagon untuk menguji reaksi para perwira dalam suatu suasana perang yang disimulasikan.

Diposkan oleh komputer dan masyarakat di 21:19

 

 

 

 

 

Pengertian Masyarakat Informasi

Pengertian Masyarakat Informasi
Information society atau masyarakat Informasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat dan sebuah ekonomi yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru (new information and communication technologies(ICT’s)).
Dalam masyarakat informasi orang akan mendapatkan keuntungan yang penuh dari teknologi baru dalam segala aspek kehidupan:Di tempat kerja, di rumah dan tempat bermain.

Contoh dari ICT’s adalah: ATM untuk penarikan tunai dan pelayan perbankan lainnya, telepon genggam(handphone), teletext television, faxes dan pelayan informasi seperti juga internet, e-mail, mailinglist, serta komunitas maya (virtual community) lainnya.
Pengertian lain dari informastion society atau masyarakat informasi adalah suatu keadaan masyarakat dimana produksi, distribusi dan manipulasi suatu informasi menjadi kegiatan utama. Jadi dapat dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari kegiatan

Teknologi baru ini memiliki implikasi untuk segala aspek dari masyarakat dan ekonomi kita, teknologi mengubah cara kita melakukan bisnis, bagaimana kita belajar, bagaimana kita menggunakan waktu luang kita.
Ini juga berarti tantangan yang penting bagi pemerintah:

- Hukum kita perlu diperbaharui dalam hal untuk mendukung transaksi elektronik.
– Masyarakat kita perlu untuk dididik mengenai teknologi yang baru.
– Bisnis harus online jika mereka ingin menjadi sukses.
– Pelayanan pemerintah harus tersedia secara elektronik.

Mengapa Masyarakat Informasi sangat penting?
Masyarakat Informasi menghadapkan kita pada tantangan-tantangan baru dan kesempatan perkembangan-perkembangan menuju seluruh area dari masyarakat. Dampak dari teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi sebuah sefinisi sementara yang kuat, dan ini menstransformasi aktivitas ekonomi dan sosial. Kunci yang penting dari jaringan teknologi dalam masyarakat informasi adalah teknologi membantu kita untuk membuat koneksi-koneksi baru. Koneksi-koneksi dimana tantangan tradisional menerima apa yang mungkin, dan ketika hal tersebut menjadi mungkin. Perkembangan masyarakat informasi telah menjadi bagian penting untuk masyarakat informasi sebagai ekonomi kecil yang terbuka di dalam pengembangan jaringan ekonomo global, dimana pengetahuan berbasis pada inovasi yang menjadi kunci sumber dari penopang keuntungan yang kompetitif.

ICT sebagai sarana pembangunan ekonomi dan sosial, dan memenuhi sasaran pembangunan
Information and communication technologies (ICT) adalah penting untuk terwujudnya lingkungan ekonomi global yang berpengetahuan dan oleh karenanya memainkan peran yang penting dalam mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan dan menghapus kemiskinan.
Potensi ICT untuk memberdayakan masyarakat sangat besar. Hal ini terutama dalam kasus untuk orang cacat, wanita, generasi muda dan pribumi. ICT dapat membantu membangun kapasitas dan keterampilan untuk menciptakan peluang kerja yang lebih banyak, membantu usaha kecil dan menengah, dan meningkatkan partisipasi serta menginformasikan pembuat keputusan pada setiap level melalui peningkatan pendidikan dan latihan, khususnya bila disertai dengan penghormatan sepenuhnya terhadap keanekaan bahasa dan budaya.
Inovasi teknologi dapat menyokong secara nyata untuk memberikan akses yang lebih baik kepada layanan kesehatan, pendidikan, informasi dan pengetahuan, sebagaimana juga menawarkan variasi sarana yang lebih luas dimana masyarakat dapat berkomunikasi, sehingga mendukung promosi pemahaman yang luas dan peningkatan kualitas kehidupan warga dunia.

Ciri – ciri Masyarakat Informasi
1. Adanya level intensitas informasi yang tinggi (kebutuhan informasi yang tinggi) dalam kehidupan masyarakatnya sehari – hari pada organisasi – organisasi yang ada, dan tempat– tempat kerja
2. Penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan sosial, pengajaran dan bisnis, serta kegiatan– kegiatan lainnya.
3. Kemampuan pertukaran data digital yang cepat dalam jarak yang jauh

Perbedaan Masyarakat Agraris, Masyarakat Industri, dan Masyarakat Informasi

Sumber daya yang diolah:

- SDA (angin, air, tanah, manusia) masyarakat agraris
– Membuat tenaga(listrik, bahan bakar) masyarakat industri
– Informasi (transmisi data dan komputer) masyarakat informasi
Sumber daya yang dibutuhkan:

- Bahan mentah / alam masyarakat agraris
– Modal masyarakat industri
– Pengetahuan masyarakat informasi

Keahlian SDM yang dibutuhkan:

- Petani, pekerja tanpa skill tertentu masyarakat agraris
– Ahli mesin, pekerja dengan skill khusus masyarakat industri
– Pekerja profesional (dengan skill tinggi) masyarakat informasi
Teknologi:

- Alat-alat manual masyarakat agraris
– Teknologi mesin masyarakat industri
– Teknologi cerdas masyarakat informasi

Prinsip perkembangan:
– Tradisional masyarakat agraris
– Pertumbuhan ekonomi masyarakat industri
– Penerapan pengetahuan dalam teknologi masyarakat informasi

Mode produksi dalam bidang ekonomi:
– Pertanian, pertambangan, perikanan, peternakan. masyarakat agraris
– Produksi, distribusi barang; konstruksi berat. masyarakat industri
– Transportasi, perdagangan, asuransi, real estate, kesehatan, rekreasi, penelitian, pendidikan, pemerintahan. masyarakat informasi

Perkembangan peradaban manusia terasa begitu cepatnya, kita tentunya mengenal masyarakat primitif, pada era itu seseorang untuk mendapatkan suatu barang harus ditukar dengan barang lagi (barter), kemudian meningkat ke masyarakat agraris, kemudian masyarakat industri. Dari masyarakat indusri loncat ke masyarakat informasi (era informasi). Mengapa dikatakan loncat ke masyarakat informasi ? karena kita baru memulai melangkah ke masyarakat industri, era informasi sudah datang. Dengan era informasi ini, semuanya menjadi serba yaitu serba murah, cepat, tepat, dan akurat. Namun disamping itu ada sisi negatifnya, tergantung kita mau kemana melangkah. Contoh dengan era informasi ini seorang auditor dapat melakukan supervisi audit ditempat yang berbeda, melakukan transaksi bisnis melalui internet (e-commerce). Dan bisa juga menyerap informasi budaya yang jelek, yang dapat merubah perilaku dan etika seseorang. Oleh karena itu diperlukan sikap arif dalam menyikapi era informasi ini, kita tidak boleh terjebak perdebatan dampak positif dan negatifnya era ini, yang akhirnya mandeg dan tidak berubah. Yang harus kita bangun adalah kemauan untuk merubah diri.

Contoh dari Masyarakat Informasi
• Mailing List
• Chatting
• Friendster
• Facebook

Mailing List
Seperti halnya newsgroup, mailing list atau milis juga merupakan sarana untuk bertukar informasi melalui media intenet. Hanya saja mailing list menggunkan media E-mail untuk melakukan penyampaian informasi. Apabila anda tergabung dalam sebuah mailing list, maka apabila anda mengirimkan sebuah E-mail, maka seluruh peserta mailing list tersebut akan menerima email anda. Untuk berpartisipaasi dalam mailing list ini, anda harus mendaftarkan nama dan E-mail anda terlebih dahulu.
Mailing List, sebuah sarana diskusi maupun penyebaran informasi yang saat ini amat banyak didunia maya. Jika kita tergabung dengan sebuah mailing list, kita seakan ikut duduk dalam sebuah forum, apabila ada salah satu yang berbicara maka semua anggota pada forum tersebut dapat memberi komentar dari argumen yang telah dilontarkan. Namun jika kita hanya ingin mendengar saja tanpa ingin memberi komentar balik, itupun tidak menjadi masalah. Bahkan kita bisa pergi kapan saja dari forum tersebut jika kita bosan dengan forum tersebut.
Pada dasarnya mailing list bekerja dengan konsep yang sangat sederhana, seorang pengguna cukup mengirimkan E-mail ke satu alamat E-mail untuk kemudian di sebarkan ke semua member mailing list yang tergabung / berlangganan ke alamat E-mail tersebut. Bayangkan bagi seorang yang sedang kesulitan masalah komputer kemudian mengirimkan pertanyaan melalui E-mail ke mailing list tempat berkumpul para hackers, dapat diharapkan bahwa kemungkinan satu-dua orang hackers mengetahui jawaban dari permasalahan yang dihadapi. Akhirnya dengan segera solusi dari masalah yang dihadapi dapat dipecahkan dalam waktu yang singkat (mungkin diperlukan beberapa jam). Mailing list beroperasi 24 jam tanpa henti sepanjang tahun, mari kita banyangkan bersama apa yang terjadi jika kita melakukan diskusi secara terus menerus tanpa henti :

Jika seseorang secara terus menerus secara serius dalam selang waktu yang lama (beberapa bulan bahkan tahun) – dapat diharapkan orang tersebut akan menjadi “ahli” dalam bidang yang didiskusikan tersebut. Artinya mailing list merupakan sebuah media effektif untuk proses pendidikan.

Proses marketing / public relation sebuah perusahaan / product pada dasarnya merupakan sebuah proses pendidikan dari customer / user / client. Berbeda barangkali dengan konsep-konsep PR yang umumnya ada saat ini yang lebih banyak bergantung pada media non-interaktif dengan sedikit seminar / workshop. Dengan adanya mailing list proses marketing & PR dapat dilakukan secara interaktif & terus-menerus tanpa henti selama 24 jam sepanjang tahun. Dapat dibayangkan bahwa dengan konsistensi PR seperti itu dapat diharapkan image & eksistensi perusahaan akan menjadi lebih kuat dimata client-nya. Tentunya nanti bagian PR usaha / product tsb. harus secara selektif memilih untuk aktif di mailing list tertentu yang sesuai dengan product yg dipasarkan.

Jelas disini bahwa mailing list merupakan media yang lebih bersifat interaktif & pro-aktif di bandingkan dengan Web yang biasa ada di Internet. Sifat ini menjadi kunci utama untuk memperkuat image & eksistensi seseorang / perusahaan di Internet secara keseluruhan. Konsekuensi yang harus di tempuh oleh orang / perusahaan yang akan menggunakan mailing list adalah harus dapat berinteraksi / meresponds secara cepat menggunakan E-mail, karena semua pengguna E-mail di Internet berharap agar responds dapat dilakukan secara cepat. Untuk itu dibutuhkan orang / staff yang ulet & konsisten untuk menjawab berbagai pertanyaan yang dapat – tidak jarang di berbagai aktifitas Internet – justru CEO / CIO yang akan turun langsung menjawab berbagai pertanyaan tersebut.
Bagaimana menjadi anggota mailing list?
Pada prinsipnya anda hanya diminta mengirim E-mail kosong ke “nama milis yang Anda”-subscribe@”nama mailing-list server”.com Misalnya, nama milis yang Anda pilih : Balita-anda, maka ditulis balita-anda-subscribe@indoglobal (indoglobal adalah nama mailing list serverserver milis balita_anda).com. Dalam beberapa menit, Anda akan menerima semacam ucapan selamat (welcome message), yang harus Anda kirim balik (reply) sekedar untuk memastikan, apakah alamat E-mail yang Anda gunakan sudah benar. Simpanlah welcome message ini, karena penting jika suatu hari nanti Anda akan mengundurkan diri dari keanggotaan.
Bagaimana cara berhenti menjadi anggota?
Sama dengan cara diatas, bedanya kata subscribe diganti unsubscribe, jadi : “nama-milis”_unsubscribe@”nama mailing list sever”.com

Kasus-kasus
Kasus 1
Di Jepang sering terjadi kasus bunuh diri yang dilakukan oleh remaja-remaja. Ada sebuah kasus beberapa remaja di Jepang bunuh diri dalam waktu yang bersamaan yaitu dengan chatting lalu mengirim saling mengirim e-mail, sehingga tingkat bunuh diri di Jepang semakin meningkat.
Kasus 2
Reply dalam membalas pesan melalui e-mail sering kali dilakukan, padahal pesan dari penerima cukup panjang, sedangkan pengirim hanya menuliskan pesan yang pendek. Ini membuat penerima e-mail harus menunggu lama untuk membaca e-mail tersebut. Hati-hati dalam melakukan balasan (reply). Fasilitas ‘Reply’ dari sebagian besar program mailer biasanya akan mengutip pesan asli yang Anda terima secara otomatis ke dalam isi surat Anda.
Kasus 3
Belakangan, gencar isu akan dilakukan sensor terhadap internet sebagai media publik. Gagasan ini justru berangkat dari berbagai organisasi masyarakat yang dengan lantang menyuarakan perang terhadap pornografi. Mereka beranggapan bahwa internet adalah “sarang” pornografi. Lalu jalan satu-satunya untuk meredam pornografi internet adalah melakukan sensor dengan cara melakukan filterisasi terhadap situs-situs porno. Namun, masalahnya menjadi tidak sederhana. Karena ternyata, pengalaman di beberapa negara yang melakukan filterisasi ternyata tidak sepenuhnya membuahkan hasil. Secara teknologi, sangat mungkin melakukan filterisasi pada ISP (internet service provider) bahkan juga pada backbone.
Namun bila pemerintah selaku pengambil kebijakan tidak berhati-hati dalam menelurkan kebijakan, bukan tidak mungkin akan menghambat masyarakat dalam mengakses informasi. Jika kebijakan yang dibuat hanya berpijak pada satu sisi, imbasnya tidak hanya informasi pornografi saja yang terkena dampaknya, tapi juga informasi lainnya. Beberapa software bisa di-download untuk mengontrol laju informasi, tetapi tidak membatasi kesempatan dan kebebasan untuk memperoleh informasi pada internet.
Misalkan filter yang berbayar, http://www.cyberpatrol.com/ , http://www.cybersitter.com/ , http://www.netnanny.com/ . Namun di samping itu, ada beberapa software yang bisa di-download gratis seperti, http://www.we-blocker.com/ , http://www.safekids.com/ , dan masih banyak lagi. Dengan software tersebut, situs-situs yang masuk dalam kategori porno tidak bisa diakses oleh pengguna. Namun secanggih-canggihnya teknologi, tetap saja buatan manusia dan tetap memiliki kelemahan. Demikian juga dengan sensor terhadap pornografi internet, tetap saja pengguna akan menemukan jalan untuk mengakses informasi tersebut.

“Masyarakat Informasi yang berpusat pada masyarakat, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan, adalah dimana setiap orang dapat membuat, mengakses, memanfaatkan, dan berbagi informasi serta pengetahuan, yang memungkinkan setiap individu, komunitas, dan masyarakat untuk mencapai potensi mereka dalam rangka mengembangkan pembangunan yang terus terpelihara dan mengembangkan kualitas hidup mereka, sebagaimana yang telah di deklarasikan di dalam tujuan dan prinsip-prinsip dari Piagam PBB, dan menghormati secara penuh serta menguatkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.”

Diposkan oleh komputer dan masyarakat di 21:39

 

 

 

 

 

 

 

MASYARAKAT INDUSTRI :

MASYARAKAT INDUSTRI :
TANTANGAN BARU BAGI UMAT ISLAM
Pengantar
Masyarakat Industri adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan hidupnya dari hasil teknologi modern, bentuk kongkrit masyarakat industri dapat dilihat pada negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, Jerman, Perancis dan Inggris.
Hampir setiap masyarakat menginginkan kemajuan hingga mencapai Masyarakat Industri, karena segala permasalahan hidup, hampir dapat dipecahkan dengan hasil teknologi dan berjalan secara efisien dan efektif.
Bangsa Indonesia sekarang ini, juga mempersiapkan diri ke arah pembentukan Masyarakat Industri. Oleh karena itu sudah selayaknya bagi umat Islam mempersiapkan diri, untuk menghadapi tantangan Masyarakat Industri dengan segala problematikanya.
Keadaan Masyarakat Industri
Syarat utama terbentuknya masyarakat industri, dapat dilihat dari adanya modal yang cukup besar, karena dengan modal tersebut dapat digunakan untuk melakukan penelitian, pengajaran ilmu pengetahuan dan pembuat alat-alat industri.
Ada beberapa ciri khusus masyarakat industri yang perlu diperhatikan untuk pemecahan masalah bagi umat Islam, diantaranya ialah :
• Pertama
Mereka dalam menyambung kehidupan tidak melewati lahan pertanian seperti masyarakat agraris atau mengandalkan hasil peternakan, seperti masyarakat padang pasir, melainkan pada jalannya mesin-mesin pabrik, khususnya di daerah perkotaan, sedangkan pertanian dikerjakan di daerah pedesaan dalam lokalisasi yang sangat kecil, karena dengan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi mampu menciptakan panen yang cukup besar, di Amerika Serikat lokalisasi pertanian hanya 5% saja, sudah mampu memberikan kehidupan pada masyarakat lain yang bekerja di luar sektor pertanian.
Ketergantungan masyarakat industri terhadap pabrik, sama halnya bergantung dengan penguasa pabrik, tidak jarang dijumpai penguasa pabrik bersikap tidak etis atau tidak manusiawi terhadap pekerja diantaranya melarang beribadah, membuka aurat, memaksa ikut upacara agamanya, bila tidak bersedia akan dikeluarkan. Mereka yang tidak tahan menghadapi kesulitan hidup mudah melepaskan kepercayaan agamanya. Berbeda dengan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan tanah pertanian, tanah tersebut tidak mampu memaksakan orang berlaku dholim.
• Kedua
Potensi-potensi kehidupan terdapat pada sarana-sarana yang dapat menunjang perkembangan pabrik diantaranya ialah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan gedung misalnya pengetahuan arsitek atau sipil, yang berhubungan dengan pengaturan personalnya terdapat pada pengetahuan personalia atau manajemen untuk pengembangan produksi terdapat pada manajemen pemasaran, akuntansi untuk kegiatan administrasinya dan masih banyak lagi pengetahuan untuk bekal hidup pada Masyarakat Industri.
Pengetahuan yang tidak berhubungan langsung untuk menunjang produksi kurang mendapatkan perhatian, misalkan pengetahuan keguruan, lebih dijauhkan lagi apabila bidangnya tidak berhubungan dengan produksi, misalkan bidang keagamaan, sejarah, bahasa, atau filsafat. Secara alamiah akan terjadi klas ilmu pengetahuan, pengetahuan teknik perusahaan lebih dominan daripada pengetahuan sosial. Akibatnya mereka akan cepat mendapatkan kemajuan material akan tetapi sangat ketinggalan terhadap permasalahan nilai-nilai kemanusiaan, kehidupan dan ketuhanan.
• Ketiga
Kecintaan masyarakat industri terhadap kebahagiaan material sangat besar dibandingkan dengan kebahagiaan immaterial, sebagaimana kebahagiaan masyarakat agraris, yang lebih menekankan pada kerukunan, kasih sayang dan saling menghormati. Hal itu dapat dimaklumi karena bentuk-bentuk kebahagiaan material pada masyarakat industri kuantitas dan kualitasnya sangat banyak, variatif dan selalu mengalami perubahan, berkat dukungan kemajuan pengetahuan teknologi. Mereka lebih baik mengorbankan kebahagiaan immaterial yang ruang lingkupnya lebih kecil, demi kebahagiaan material. Sehingga masyarakat industri banyak mengalami gangguan psikis, rasa ketegangan, persaingan, ketakutan terhadap ketertinggalan dan konflik, perjudian, wanita dan minuman keras sering dijadikan tempat hiburan untuk menghilangkan ketegangan.
Persiapan Diri
Umat Islam dalam menilai kedatangan masyarakat industri ada yang bersifat apriori, memberikan kutukan terhadap setiap langkah yang dapat menunjang terbentuknya masyarakat industri, sebaliknya ada yang memberikan dukungan dan membenarkan terhadap semua aspeknya.
M. Rusli dalam bukunta �Agama dan Masyarakat Industri Modern� mengomentari sikap umat Islam terhadap masyarakat industri sbb :
�Setiap analisa tentang kaitan antara agama dan modernitas dilihat dari sudut pandang agama, cenderung bersifat apologis. Sikap apologis dalam rumusan umum sering menempatkan acara tak ubahnya seperti suatu alat untuk membenarkan semua perilaku kemodernan di satu pihak. Atau agama merupakan palu godam untuk mengutuk apa saja yang berbau modern di lain pihak. Kedua sikap ini sangat merendahkan martabat agama serta sekaligus memandang kesan ketidakberdayaan agama dalam menghadapi gelombang besar transformasi yang menyertai peradaban modern�.
Sikap yang logis dalam memberikan penilaian terhadap masyarakat industri dapat bersandar pada nilai keadilan dan kegunaan, karena tidak semuanya yang terdapat pada masyarakat industri berdampak negatif, Nabi Sulaiman pernah membangun masyarakat modern dan mampu memberikan kebahagiaan dan keadilan pada masyarakatnya, terhadap hal-hal yang negatif dan membawa kerusakan, kita harus memiliki keberanian menolak dan menghindarkan diri, untuk bersikap seperti itu dibutuhkan ilmu pengetahuan, harta benda, kerja keras atau jama ‘ ah, tanpa variabel diatas akan kesulitan bagi umat Islam menghindarkan diri dari kerusakan masyarakat industri, contoh kasus sederhana, dapat melihat ketidakberdayaan umat Islam terhadap pengaruh TV, meskipun mereka mengetahui bahwa TV akan dapat merusak mentalitas anak-anaknya.
Sumber hidup bagi umat manusia atau umat Islam merupakan kebutuhan primer, siapa yang menguasai sumber hidup akan menguasai manusia, Karl Marx seorang tokoh sosiologi mengemukakan bahwa sistem pengaturan hidup manusia merupakan dasar pembentukan unsur kebudayaan, teknologi, susila, politik, seni dan agama.
Allah juga menempatkan masalah sumber hidup sebagai masalah primer yang harus digali secara sungguh-sungguh dan profesional, tertulis pada surat Jum ‘ at ayat 10 yang artinya berbunyi : Apabila telah ditunaikan sholat Jum ‘ at, bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah hukum Allah (tentang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penggalian karunia Allah) sebanyak-banyaknya, supaya kamu mendapatkan kejayaan .
Pada surat An Nisa ‘ ayat 29 Allah menjelaskan etikanya, berbunyi : � Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang BATIL, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah maha penyayang kepadamu �.
Dimaksudkan memakan harta secara batil pada ayat diatas, bisa dengan jalan mencuri, menipu, memeras, menjual agama, melepaskan kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh Allah dan lain sebagainya.
Perubahan sumber hidup dari lahan pertanian (pertanahan) ke tangan-tangan penguasa pabrik, secara prinsip tidak ada permasalahan karena umat Islam memiliki teknis dan etis yang mengatur tata cara pencarian sumber hidup. Idealnya umat Islam banyak yang menjadi pengusaha (penguasa pabrik) meskipun untuk mencapai kedudukan tersebut sangat sulit, khususnya pada masyarakat non Islami karena peran politik memiliki andil yang besar untuk mengantar manusia pada penguasa pabrik. Kita dapat menyaksikan calon pengangkatan Gubernur Jawa Timur, berapa banyak penguasa pabrik yang memberikan support (sambutan) atau pendekatan kepada Pak Basofi tentunya dengan orientasi masa depan usahanya.
Kalau kedudukan penguasa pabrik tidak dapat dilaksanakan, umat Islam dapat menjadi pegawainya dimanapun tempatnya dengan catatan tidak ada persyaratan yang dapat meninggalkan kewajiban agama. Bila ada persyaratan tersebut kita lebih baik hijrah mencari lahan pekerjaan lain mungkin dengan hasil dan fasilitas yang lebih kecil, sikap itu lebih baik dan bersifat wajib daripada mendapatkan hasil besar tapi harus melewati kemungkaran tauhid.
Tokoh Ashabul Kahfi adalah contoh ideal bagi umat Islam yang menghadapi tantangan tauhid di pekerjaannya, beliau rela meninggalkan negerinya demi memelihara ketaatan kepada Allah, sampai Allah memberikan kemuliaan nama besar, pengalaman material dan immaterial.
Hal ini sulit dilakukan tanpa adanya tekad, pembiasaan kerja berat dan pemahaman nilai pekerjaan dalam Islam. Selama masih dalam ada pekerjaan lain dan ada sumber kehidupan, kemungkaran dalam pekerjaan tidak dapat dikondisikan sebagai keadaan darurat.
Sarana yang menunjang kehidupan masyarakat padang pasir, agraris dan industri berbeda-beda, siapa yang memiliki dan berusaha mendapatkan sarana tersebut akan dapat berbuat lebih banyak, daripada mereka yang tidak memiliki pengetahuan dan sarana tersebut. Sarana kehidupan pada masyarakat industri sebagaimana disebutkan diatas adalah ilmu pengetahuan industri tetapi mereka lemah dalam pengetahuan nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan, akibat yang jelas mereka akan berhasil menggali sumber-sumber alam, tetapi akan mendapatkan kegagalan dalam menempatkan kedudukan Allah sebagai penguasa tertinggi, gagal dalam menjalin hubungan antar manusia, mereka akan banyak menjumpai konflik, perselisihan, pemerasan dan peperangan.
Umat Islam dalam situasi seperti ini secara prinsip dapat melakukan 3 hal agar dapat berkiprah dan berlaku benar yaitu :
Mempelajari pengetahuan ketuhanan dan kemanusiaan
Mempelajari ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan sarana perusahaan (pabrik)
Mengaktualisasikan pengetahuan tersebut di tengah masyarakat
Tentang teknisnya bisa dilakukan pembagian tugas, mengenai kualitas dan kuantitasnya tergantung dari kebutuhan, bilaman tingkat kerusakan masyarakat banyak berhubungan dengan nilai-nilai ketuhanan, idealnya ilmu pengetahuan bidang ketuhanan lebih ditekankan dan diaplikasikan khususnya pada konsep operasionalnya dan nilai keilmiahannya, tanpa adanya nilai keilmiahan dalam menjabarkan konsep operasional dari Allah, mereka akan kesulitan menerima sebagai konsep kebenaran. Sikap ini pernah dilakukan oleh Nabi Musa ketika menghadapi masyarakat Fir ‘ aun yang memiliki peradaban tinggi, beliau hanya menekankan pada pengetahuan ketuhanan, kemanusiaan dan kemasyarakatan, karena dengan pengetahuan tersebut dapat digunakan sebagai peringatan atas kekeliruan yang dilakukan oleh masyarakat Fir ‘ aun, sehingga mereka mengetahui kekeliruannya, kecuali orang-orang sombong.
Kebahagiaan yang terdapat pada masyarakat industri, sangat luar biasa mulai dari makanan, perumahan, alat-alat perumahan, transportasi, seksual, olah raga seni dan berbagai hiburan, tidak jarang menjadi batu sandungan bagi umat Islam, kaum Bani Israil pernah hancur, bahkan pernah meninggalkan peribadatan hari Sabtu karena tidak tahan melihat berbagai kebahagiaan material. Kholifah Utsman bin Affan, gagal mengatur masyarakatnya karena tuntutan masyarakat mengenai harta yang dimiliki Kholifah Utsman sangat besar, sampai terjadi pemberontakan. Dalam hal ini Allah hanya memperingatkan bahwa kebahagiaan akherat lebih tinggi dari kebahagiaan dunia dan siksa akherat jauh lebih dahsyat daripada penderitaan apapun di dunia.
Allah bukan melarang pada hamba-hamba-Nya untuk hidup bahagia di dunia dengan menggunakan sarana-sarana masyarakat industri, melainkan Allah melarang kebahagiaan yang berdampak bencana, kebahagiaan yang didapatkan diatas penderitaan orang lain, kebahagiaan yang didapat dengan cara mengambil hak orang lain.
Dengan demikian, umat Islam harus jeli memilih sarana-sarana kebahagiaan yang terdapat pada masyarakat industri, sehingga sarana tersebut mampu memberikan rahmat pada kita dan orang lain.
Individu dan

Masyarakat Industri

Dalam masyarakat industri biasanya terdapat spesialisasi pekerjaan. Terbentuknya spesialisasi pekerjaan tersebut disebabkan oleh semakin kompleks dan rumitnya bidang-bidang pekerjaan dalam masyarakat industri. Proses perubahan yang terjadi dalam diferensiasi pekerjaan ini mengakibatkan terjadinya hierarki prestise dan penghasilan yang kemudian menimbulkan adanya stratifikasi dalam masyarakat yang biasanya berbentuk piramida. Stratifikasi sosial inilah yang menentukan strata anggota masyarakat yang ditentukan berdasarkan sikap dan karakteristik masing-masing anggota kelompok.

Distribusi terjadi karena dalam masyarakat terdapat barang-barang yang bernilai/berharga namun jumlahnya langka dan harus dialokasikan kepada anggota-anggota masyarakat. Model dari proses distribusi dalam masyarakat, terutama masyarakat industri adalah stratifikasi sosial.

Mobilitas sosial merupakan perpindahan status dalam stratifikasi sosial. Studi tentang mobilitas sosial bertujuan untuk mengetahui sejauh mana suatu struktur sosial yang ada di dalam masyarakat terbuka atau memberikan peluang yang sama pada seluruh anggotanya untuk meningkatkan posisi sosialnya. Di sisi lain, studi tentang mobilitas sosial juga merupakan suatu studi untuk mengetahui berbagai sebab, pola dan konsekuensi perubahan sosial yang terjadi pada individu maupun masyarakat.

Dalam analisis mobilitas sosial perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut: beberapa dimensi dari mobilitas sosial, yaitu rangking okupasi, kelas, rangking konsumsi, dan rangking kekuasaan, penyebab dari mobilitas sosial, dan konsekuensi politis dari mobilitas sosial.

Mobilitas sosial vertikal diukur berdasarkan dua hal, yaitu menurut dimensi keluarga dan menurut dimensi individu. Menurut dimensi keluarga, mobilitas disebut sebagai mobilitas antargenerasi (intergenerational mobility), sedangkan menurut dimensi individu, mobilitas disebut sebagai mobilitas intragenerasi (intragenerational mobility). Pengukuran mobilitas antargenerasi adalah dengan membandingkan posisi status individu dengan posisi status ayahnya, dan mungkin juga kakeknya. Sedangkan dalam mobilitas intergenerasi, yang diukur adalah membandingkan posisi status individu dalam satu rentang kariernya.

Mobilitas sosial horisontal merupakan gerak perpindahan individu dari satu kedudukan ke kedudukan sosial lainnya yang tingkatannya sederajat. Misalnya adalah perpindahan dalam satu rentang hierarki.

Manusia pada dasarnya berjuang untuk mempertahankan dirinya sendiri. Dan perjuangan manusia dalam mempertahankan diri telah menjadi budaya manusia. Kehidupan sosial, selain untuk mempertahankan spesies juga untuk memaksimumkan kepuasan akan kebutuhan-kebutuhan dan keinginan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan kerja sama dengan individu lain. Dengan kerja sama, manusia dapat memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan lebih efisien. Di samping manusia melakukan kerja sama tersebut, manusia tetap mencari cara untuk memaksimalkan kepuasannya. Untuk memaksimalkan kepuasannya ini hanya dapat diperoleh jika kegiatan tersebut menempati suatu sistem kerangka kerja dan hak-hak dasar dari tiap-tiap individu dijamin.

Sifat alam masyarakat pada tradisi konservatif seringkali dibandingkan dengan organisme biologis. Sebagaimana halnya organisme sebagai suatu sistem kebertahanan hidup dan keberadaannya tercapai melalui pembagian kerja sama dari bagian-bagian yang kecil. Untuk itu teori konservatif modern memberi nama “sistem sosial”

Dalam melihat masyarakat manusia, terdapat perbedaan pandangan yaitu antara teori fungsional, teori konflik dan teori radikal. Teori fungsional memposisikan karakter sistemik dari masyarakat manusia dan kemudian menjelaskan tindakan pada bagian-bagian dalam kaitanya dengan kebutuhan-kebutuhan dan pencapaian-pencapaian yang diharapkan. Sebaliknya teori konflik berkarakter antisistemik. Teori ini menekankan bahwa konflik dan perjuangan secara konstan mengancam struktur masyarakat. Sedangkan teori radikal cenderung memandang masyarakat manusia berada di tengah-tengah, di mana konflik kehidupan berlangsung.

Kepentingan individu berbeda dengan kepentingan masyarakat. Di mana kepentingan masing-masing individu berbeda-beda. Manusia tidak mempunyai tujuan yang sama. Meskipun ada kesamaan tujuan seringkali tidak ditempatkan

pada tingkatan yang sama. Ini dikarenakan masing-masing individu secara tetap harus memilih di antara tujuan-tujuan yang mereka inginkan. Namun tujuan yang paling dasar dari individu adalah usaha mempertahankan status dan prestise, menciptakan kenyamanan, keselamatan di dunia dan akhirat.

Kepentingan masyarakat berbeda dengan kepentingan individu. Karena ketika menjadi anggota masyarakat kita diharuskan untuk mendefinisikan sebagai tujuan masyarakat bukan sebagai tujuan individu lagi. Dalam mendefinisikan tersebut tanpa melihat lagi atau memandang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi bagi anggota-anggota individu bahkan sebagian mayoritas. Dan seringkali kelas yang dominan mempunyai pengaruh yang sangat besar, di mana mereka memiliki kekuatan untuk menentukan arah terkoordinasi dari masyarakat. Sehingga tujuan-tujuan masyarakat adalah tujuan-tujuan dari kelas yang dominan tersebut

Diposkan oleh komputer dan masyarakat di 21:35

 

 

 

KOMPUTER DAN INDUSTRI

a. MENGAPA MENGGUNAKAN ROBOT?

Robot tidak dipergunakan pada lingkungan kerja secepat diharapkan oleh para pendukungnya. Beberapa faktor yang menghambat antara lain adalah kehandalan, biaya yang tinggi dan suku bunga yang cukup tinggi dari perbankan. Akan tetapi, karena desakan Jepang yang tidak tertahankan, negara-negara di Amerika Utara dan Eropa Barat mulai memikirkan untuk memanfaatkan robot di industri mereka. Mereka berharap untuk dapat memulihkan kejayaan ekonomi mereka. Industri mobil di Amerika Serikat mengalami masa suram, karena kalah bersaing dengan produk Jepang. Mereka menerapkan otomasi industri dengan robot dan berharap dapat merebut kembali pasaran mobil didalam negeri.
Robot dapat mempengaruhi proses industri dalam beberapa hal:
1. Peningkatan Produktivitas. Jam kerja pabrik bertambah, mudah melakukan pergantian alat, otomasi skala kecil dapat diwujudkan.
2. Kestabilan dan Peningkatan Kualitas Produk. Variasi hasil produksi berkurang, jam kerja mendekati 24 jam sehari, dikurangi waktu pergantian pekerja.
3. Peningkatan dalam Manajemen Produksi. Berkurangnya tenaga kerja mengurangi masalah personalia, mengatasi masalah kurangnya tenaga terampil.
4. Lingkungan kerja yang manusiawi. Pekerja tidak usah bekerja didaerah yang berbahaya bagi mereka, tidak bekerja secara monoton.
5. Penghematan sumber daya. Robot yang efektif akan membantu penghematan material dan suku cadang, tidak perlu pendingin atau pemanas ruangan dan mungkin tidak terlalu membutuhkan penerangan.

Dengan diambil alihnya tugas manusia oleh robot, maka kesehatan karyawan (terutama yang bekerja di daerah berbahya) meningkat, kecelakaan dapat dikurangi. Keselamatan kerja dan penghematan biaya perawatan karena kecelakaan kerja akan terus membaik, cenderung menguntungkan perusahaan dan para pekerja. Biaya-biaya yang dapat dihemat meliputi biaya-biaya berikut ini:
a. Biaya kompensasi karyawan, karena kecelakaan. Termasuk disini adalah biaya perawatan dan ganti rugi penghasilan.
b. Kerugian karena karyawan tidak masuk kerja, baik karena sakit maupun karena kecelakaan kerja.
c. Biaya untuk sistem pengaman keselamatan kerja. Pada tahun 1982, biaya jenis ini mencapai 5.2 miyar dollar, sekitar 1.4 persen dari jumlah investasi.
d. Biaya pengacara, untuk kasus-kasus yang memerlukan jasa ahli hukum dan persidangan.

Robot sendiri dapat menggangu keselamatan kerja, bila dipasang dengan perhitungan yang kurang matang. Keselamatan rekan sekerjanya (manusia) perlu untuk dipikirkan lebih matang. Robotic Industries Association (RIA) mengusulkan seperangkat bakuan industri yang baru, untuk melindungi manusia dari kemungkinan “gangguan” robot. Bakuan ini didasarkan pada pola pemikiran yang sederhana: jangan bekerja disekitar robot, ketika dia sedang beroperasi. Penting untuk diselidiki semacam sistem pengaman khusus yang memungkinkan dia berhenti bekerja bila terjadi hal-hal yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Sensor pada robot harus ditambahkan, untuk mencakup kemampuan ini.
Pengembangan teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam produktivitas. Menurut laporan dari Brookings Institute, faktor-faktor yang berpengaruh pada produktivitas adalah: teknologi 38,1%, modal 25,4%, kualitas karyawan 14,3%, skala ekonomi 12,7% dan pembagian sumber daya 9,5%.

1 Mengapa Jepang Unggul?

Bagaimana pengalaman negara yang banyak memanfaatkan robot ini? Sebuah laporan dari Robert H. Hayes dari Harvard Business School mengungkapkan bahwa Jepang berhasil karena gaya manajemen yang tangguh dan kualitas pengendaliannya yang prima. Perincian dari laporannya tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Menciptakan ruang kerja yang bersih dan teratur.
b. Inventaris yang seminimum mungkin.
c. Kestabilan dan kesinambungan dalam proses manufaktur.
d. Menghindari beban mesin yang berlebihan.
e. Pemantauan yang lengkap dari sistem peringatan bahaya dini.
f. Atmosfir tanpa krisis.
g. Konsep “tanpa cacat” (zero defect) dan “memikirkan kualitas” dalam perencanaan, latihan, umpan balik dan material.
h. Penekanan pada kepentingan jangka panjang, pegawai seumur hidup.
i. Tak tergantung pada perlengkapan, maksudnya seluruh perlengkapan produksi dapat dibuat didalam negeri.

Menurut Peter F. Drucker, keberhasilan Jepang bukan suatu keajaiban, tapi karena mereka benar-benar mencurahkan seluruh pemikiran mereka untuk mengelola perusahaan-perusahaan mereka yang besar dan rumit. Menurut Drucker, ada 4 kebiasaan utama di kalangan para pimpinan perusahaan Jepang, yaitu:
a. Mereka menghadapi persaingan dengan sungguh-sungguh.
b. Kepentingan Nasional diutamakan.
c. Hubungan keluar, dianggap penting.
d. Tidak pernah ada “kemenangan terakhir”.
Kompleks mobil Toyota di Toyota City,Jepang,mungkin merupakian pabrik mobil yang paling efisien di Dunia. Cara pendeketan Toyota, memiliki 3 tujuan utama: (a) inventaris, ditekan seminimum mungkin (b) memastikan bahwa setiap langkah produksi dilakukan dengan benar, walaupun memperlambat jalanya peoses perakitan dan (c) terus mengulangi jumlah pekerja yang menangani produksi. Butir terakhir ini berarti meningkatnya otomasi, tidak selalu dengan robot, walaupun robot merupakan pilihan yang paling utama.
2 pekerja dan teknologi
Di Jepang,terdapat tradisi yang kuat untuk bekerja sama, antara perusahaan, pekerja dan pemerintah. Bentuk kerja sama ini banyak dikritik di Amerika Serikat, sebagai praktek yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat. Di dalam setiap masalah, industri di Jepang memerlukan konsultasi dengan para pekerja, sewktu ingin menerapkan robot pada tempat kerja mereka. Perusahaan meyakinkan para pekerja, bahwa meledaknya teknologi rangkain terpadu, menciptakan lebih banyak lapangan kerja dari pada jabatan pekerjaan yang diambil alih oleh robot.
Robot digunakan, pertama kali pada sebagian dari jalur produksi, terutama pada bagian-bagian yang ditangani oleh pekerja-pekerja wanita. Karena pekerja wanita di Jepang biasanya akan berhenti setelah dua atau tiga tahun bekerja, untuk menikah ; robot dapat memasuki tempat kerja dengan mulus, tanpa harus memecat atau memindahkan pekerja.
Randy Hale dari National Association of Managers, yang mewakili 13.500 manajer dari berbagai perusahaan, membuat sebuah pernyataa : “dalam jangka dekat, otomasi akan merugikan serikat buruh. Tapi dalam jangka panjang, hal itu akan menguntungkan karena otomasi akan meningkatkan produktivitas, yang menimbilkan kesempatan untuk menciptakan lapangan kerja yang baru”. Dia berkilah bahwa pekerjaan yang ada sekarang akan ditingkatkan dan pekerja akan tetap diperlukan untuk jenis pekerjaan yang bermutu danmenarik. Banyak pimpinan serikat buruh yang tidak dapat diyakinkan. George Kohl, seorang peneliti masalah ekonomi dari Comunication Workers of Amerika, menyatakan sebagai berikut :
Gagasan bahwa otomasi akan menciptakan lapangan kerja tingkat tinggi tidaklah benar. Studi dar Boston College pada para pekerja di industri diegantara, yang menerapkan peralatan baru untuk otomasi, menemukan fakta bahwa hanya satu dari setiap 5 pekerja, dilatih untuk menggunakan mesin teknolgi tinggi, sedangkan sisanya tetap bekerja ditingkat pekerjaan yang rendah, jenis pekerjaan yang bersifat pelayanan.
Pengembangan teknologi di pabrik menjanjikan produk masa depan yang berharga rendah dan berkualitas tinggi. Manusia tidak perlu lagi untuk bekerja di lingkungan yang kurang menyenangkan, seperti lingkungan yang panas, kotor, bising dan membahayakan kesehatan.
b. OTOMASI INDUSTRI
Para industriawan terkemuka saat ini berlomba-lomba untuk memenfaatkan teknologi, mencari kemungkinan-kemungkinan baru untuk meningkatkan produktivitas industrinya. Mereka mulai mengembangkan jaringan elektronik, bahkan system kendalidengan computer pada unit produksi mereka, yang dapat menyederhanakan operasi mereka dari mulai ruang administrasi, jalur perakitan sampai kepada ruang pengiriman hasil produksi. Berikut ini dikemukakan beberapa istilah pokok, yang digunakan untuk membedakan daerah aplikai computer di industri.
Computer Aided Design 9cad0, berfungsi sebagai meja gambar elektronik untuk para perncang dan juru gambar. Aplikasinya terutama di industri penerbangan, mobil, rangkaian terpadu dan produk teknologi tinggi lainnya. Termasuk dalam kawasan iniistilah-istilah sejenis seperti Computer Aided Drafting dan Computer Aided Engineering (CAE). CAE lebih mengarah kepada perancangan dan analisis yang bersifat interaktif.
Computer Aided Manufacturing (CAM), termasuk pada jenis alat untuk otomasi manufaktur yang digunakan pada lantai produksi. Beberapa jenis diantaranya adalah ROBOT, Numerically Controlled (NC) machine dan apa yang disebut sebagai FLEXIBLE MANUFACTURING SYSTEM (FMS). FMS adala suatu unit produksi yang mampuuntuk memproduksi berbagai jenis produk yang berbeda dengan campur tangan manusia yang minimal. Daerah lain yang termasuk dalam CAM adalah Automated Materials Handling (AMH) dan automated Storage and Retrival System (AS/RS).
Alat Bantu manajemen dan penyusunan strategi yang terpenting adalah Computer Integreted Manufacturing (CIM) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). CIM berfungsi dalam memedukan dan mengkordinasikan perancangan, manufactur dan manajemen berbasis computer. Daerah lain adalah Computer Aided Planning (CAP) dan Computer Aided Process Planning (CAPP), yang lebih berperan dalam mengatur aliran pekerjaan secara efisien; termasuk menghasilkan aliran produksi yang optimal.
c. CAD/CAM
Robot hanya merupakan bagian dari manufaktur. Pabrik masa depan diharapkan akan diorganisir dengan (a) computer dan system grafis yang canggih pada tingkat perancangan (CAD) dan (b) computer, mesin NC (NUMERICALLY CONTROLLED), system penyaluran dan robot pada tingkat manufactur ( CAM ).
CAD dan juga CAE, telah dibicarakan sejak beberapa tahun terakhir ini. Para akar industri melihat potensi dari CAD yang besar untuk mempercepat proses dalam industri. Akan tetapi pada kenyataannya CAD dan CAE bergerak sangat lambat dalam industri. cAD dan CAE bukan suatu keajaiban, tapi hanya seperangkat alat Bantu yang sangat berpotensi untuk mendorong lajunya proses dalam industri.
Walaupum CAD dan CAM telah dibayangi oleh penemuan teknologi baru lainnya, ia tetap merupakan produk teknologi yang penting bagi industri, karena kemampuannya untuk membentuk objek 3 dimens, mendorong otomasi pabrik, memadukan rancangan dan manufactur; dan memungkinkan penempatan stasiun kerja yang letaknya tersebar. Masuknya computer ke industri tidak selalu menjamin percepatan proses secara keseluruhan; meskipun demikian, beberapa bagian dari industri manufactur setuju, bahwa CAD sangat membantu mereka untuk mempersingkat waktu perancangan.
Penemuan-penemuan terakhir dalam kecerdasan buatan (AI), teknik pengolahan citra, grfika computer dan system mekanis dengan ketelitian tinggi akan semakin memantapkan kedudukan CAD dan CAM didalam industri.
d. CIM
Teknologi lain yang membayangi CAD/CAM adalah CIM (COMPUTER INTEGRATED MANUFACTURING). Banyak perusahaan yang mulai berkecimpung dalam bidang ini, antara lain IBM, GE dan beberapa perusahaan lainnya.
CIM masih sulit diperoleh. Banyak komentator yang menyatakan bahwa CIM lebih merupakan suatu cara pendekatan dari pada system manufactur yang mapan. Ia memilki beberapa sifat yang menonjol. CIM banyak diperbincangkan sehubungan dengan dua organisasi manufaktur yang terpadu secara vertkal, tata cara CIM yang banyak dikenal, menggunakan CAD untuk merancangproduk dan system CAM untuk membuat produk secara langsung berdasarkan instrusi CAD. Proses secara keseluruhan , termasuk kendali invertaris, strategi pengapalan, jadwal produksi dan prosedur-prosedur lainnya yang tergantung dari system SIM dan CAD.
Pendekatan lain dari CIM, dapat dilihat dari kacamata dengan 3 sudut pandang: pemakai, teknologi dan perusahaan. Pemakai memikirkan aspek usahanya, termasuk masalah-masalah keuangannya dan juga pemasarannya. Tehnik manajemenyang digunakan termasuk pengendalian kualitas secara keseluruhan (TQC: TOTAL QUALITY CONTROL), perencanaan kebutuhan material (MRP: Materials Requiremqnt Planning) dan tepat waktu (JIT:JUST IN TIME).
Sudut pandang kedua, teknologi ; menekankan peran pemasok pada system CIM : peralatan computer, perangkat lunak, system basis data dan system komunikasi.
Yang terakhir, adalah dari sudut pandang perusahaan. Pandangan perusahaan akan menelusuri beberapa aspek pokok CIM seperti perancangan dan manajemen proyek, system dan bakuan, anggaran, pengendalian unjuk kerja dan tanggung jawab organisasi. Bakuan merupakan masalah pokok dalam seluruh proses, suatu kebutuhan dasar yang menjamin pertumbuhan dan pemanfaatan yang maksimal dari teknolgi baru. Manajemen harus memikirkan berbagai aspek investasi dan dampak sampingannya, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan produktivitas dari unit produksinya. CIM bukan merupakan teknologi yang siap pakai, tapi lebih berupa cara pendekatan untuk memanfaatkan kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam teknologi computer, robot, perangkat lunak, grafika dan system informasi.
e. APLIKASI NON INDUSTRI
Dalam jangka dekat, robot akan masih beroperasi di daerah industri, akan tetapi aplikasi di daerah lain mulai muncul di cakrawala.
Laporan dari JAPANESE INDUSTRIAL ROBOT ASSOCIATION, memperkirakan aplikasi non industri dari robot, seperti berikut ini :
1. tenaga nuklir. Menagani bahan yang berbahaya pada reactor nuklir, pemeriksaan rutin dan mendadak pada reactor.
2. bidang medis dan social. Perawat robot akan merawat para penderita cacat dan orang tua, membantu kegiatan bedah tertentu, memadamkan api dan membersihkan jalan.
3. budidaya Kelautan. Bekerja pada kapal penangkapan ikan. Kapal selam robot yang dapat membantu peternakan ikan membangun bangunan bawah air, pertambangan bawah air, pencari objek atau benda di air yang dalam dan lain-lain.
4. pertanian dan Kehutanan. Penyemprotan bahan anti hama , menebar benih dan pupuk, memeriksa telur dan membungkusnya, memerah susus, mengolah kayu, memanen buah dan mengumpulkan sisa produksi.
5. konstruksi. Merakit baja struktur super, mengecat atau membersihkan gedung tinggi, menyelesaikan bagian dalam dan bagian luar dari bangunan pencakar langit.
Aplikasi yang diramalkan, adalah robot untuk perumahan (hone robot),berdiri sendiri mungkin dihubungkan dengan computer pribadi. Beberapa perusahaan menawarkan robot semacam ini, yang dikendalikan oleh mikro. Perusahaan tersebut antara lain adalah Zenith Radio Corporation’s Health Company dan Androbot. Kemampuan robot masih terbatas, tapi diharapkan dalam beberapa tahun mendatang kemampuan mereka akan sangat meningkat, sehingga dapat dimanfaatkan untuk keamanan, perawatan dan pembersih rumah.

Diposkan oleh komputer dan masyarakat di 21:33

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Profesi di Bidang TI Sebagai Profesi

Untuk mengatakan apakah suatu pekerjaan termasuk profesi atau bukan, criteria pekerjaan tersebut harus diuji.
Sebagai contoh, pekerjaan sebagai staf operator computer ( sekedar mengoperasikan), tidak masuk dalam golongan profesi jika untuk bekerja sebagai staf operator tersebut tidak membutuhkan latar belakang pendidikan tertentu.
Adapun seorang software engineer dapat dikatakan sebagai sebuah profesi karena seseorang yang bekerja sebagai software engineer haruslah berpengetahuan dan memiliki pengalaman kerja di bidangnya.
Julius Hermawan ( 2003 ), mencatat dua karakteristik yang dimiliki oleh software engineer sehingga pekerjaan tersebut layak disebut sebuah profesi, yaitu :
1. Kompetensi
Kompetensi yang dimaksud yaitu sifat yang selalu menuntut professional software engineer untuk memperdalam dan memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya sesuai tuntutan profesinya.
2. Tanggung jawab pribadi
Yang dimaksud yaitu kesadaran untuk membebankan hasil pekerjaannya sebagai tanggung jawab pribadi.
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar, seorang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dalam pengembangan perangkat lunak, seperti :
a. Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak
b. Manajemen sumber daya
c. Mengelola kelompok kerja
d. Komunikasi

Pekerjaan di Bidang TI Standar Pemerintah
.
Institusi pemerintah telah mulai melakukan klasifikasi pekerjaan dalam bidang teknologi informasi sejak tahun 1992.
Klasifikasi pekerjaan ini mungkin masih belum dapat mengakomodasi klasifikasi pekerjaan pada teknologi informasi secara umum. Terlebih kagi, deskripsi pekerjaan masih kurang jelas dalam membedakan setiap sel pekerjaan.
Pegawai Negeri Sipil yang bekerja dibidang teknologi informasi, disebut pranata komputer. Beberapa penjelasan tentang pranata komputer sebagai berikut :

Jenjang dan Pangkat Pranata Komputer

Standarisasi Profesi TI Menurut SRIG-PS SEARCC
Adalah jenis pengelompokan lain untuk pekerja di kalangan teknologi informasi. Yang sering digunakan adalah pengklasifikasian standarisasi profesi di bidang teknologi informasi menurut SRIG-PS SEARCC.
SEARCC ( South Asia Regional Computer Confideration ) merupakan suatu forum atau badan yang beranggotakan himpunan professional IT ( Information Technology-Teknologi Informasi ) yang terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pada Februari 1978, di Singapura oleh 6 ikatan computer dari Negara-negara tetangga seperti Hongkong, Indonesia Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
Indonesia sebagai anggota SEARCC telah aktif turu serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEARCC. Salah satunya adalah SRIG-PS ( Special Regional Interest Group on Professional Standarisation ) yang mencoba merumuskan standarisasi pekerjaan dalam dunia teknologi informasi.
Model SEARCC untuk pembagian jobdalam lingkungan TI merupakan model 2 dimensi yang mempertimbangkan jenis pekerjaan dan tingkat keahlian ataupun tingkat pengetahuan yang dibutuhkan.
Beberapa kriteria menjadi pertimbangan dalam mengembangkan klasifikasi job ini, yaitu:
a. Cross Country, cross-enterprise applicability
Ini berarti bahwa job yang diidentifikasi tersebut harus relevan dengan kondisi region dan setiap Negara pada region tersebut,serta memiliki kesamaan pemahaman atas setiap fungsi pekerjaan.
b. Function Oriented bukan tittle oriented
Klasifikasi pekerjaan berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar atau title yang diberikan dapat saja berbeda, tapi yang penting fungsi yang diberikan pada pekerjaan tersebut sama. Gelar atau title dapat berbeda pada Negara yang berbeda.
c. Testable / certificable
Klasifikasi pekerjaan harus bersifat testable, yaitu bahwa fungsi yang didefinisikan dapat diukur / diuji.
d. Applicable
Fungsi yang didefinisikan harus dapat diterakan pada region masing-masing.

Gambar Model Klasifikasi

Setiap jenis pekerjaan dari skema di atas masing – masing memiliki 3 tingkatan, yaitu:
1. Supervised ( terbimbing )
Tingkatan awal dengan 0-2 tahun pengalaman, membutukan pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan tugasnya.
2. Moderately supervised ( madya )
Tugas kecil dapat dikerjakan oleh mereka, tetapi tetap membutuhkan bimbingan untuk tugas yang lebih besar, 3-5 tahun pengalaman.
3. Independent / Managing ( mandiri )
Memulai tugas, tidak membutuhkan bimbingan dalam pelaksanaan tugas.

4. CYBER ETHICS: ETIKA MENGGUNAKAN INTERNET

Sejak awal peradaban, manusia selalu termotivasi memperbaharui teknologi yang ada. Hal ini merupakan perkembangan yang hebat dan terus mengalami kemajuan. Dari semua kemajuan yang signifikan yang dibuat oleh manusia sampai hari ini, mungkin hal yang terpenting adalah perkembangan internet.

Perkembangan Internet
Internet ( Interconection Networking ) merupakan suatu jaringan yang menghubungkan computer diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Dengan internet tersebut, satu computer dapat berkomunikasi secara langsung dengan computer lain diberbagai belahan dunia.
Alasan mengapa era ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi berbagai aspek kehidupan.
a. Informasi pada internet bisa diakses 24 jam dalam sehari
b. Biaya murah dan bahkan gratis
c. Kemudahan akses informasi dan melakukan transaksi
d. Kemudahan membangun relasi dengan pelanggan
e. Materi dapat di up-date dengan mudah
f. Pengguna internet telah merambah ke segala penjuru

Karakteristik Dunia Maya
Internet identik dengan cyberspace atau dunia maya. Dysson (1994) cyberscape merupakan suatu ekosistem bioelektronik di semua tempat yang memiliki telepon, kabel coaxial, fiber optic atau elektomagnetik waves. Hal ini berarti bahwa tidak ada yang tahu pasti seberapa luas internet secara fisik.

Karakteristik dunia maya ( Dysson : 1994 ) sebagai berikut :
a. Beroperasi secara virtual / maya
b. Dunia cyber selalu berubah dengan cepat
c. Dunia maya tidak mengenal batas-batas territorial
d. Orang-orang yang hidup dalam dunia maya tersebut dapat melaksanakan aktivitas tanpa harus menunjukkan identitasnya
e. Informasi di dalamnya bersifat public

Pentingnya Etika di Dunia Maya
Hadirnya internet dalam kehidupan manusia telah membentuk komunitas masyarakat tersendiri. Surat menyurat yang dulu dilakukan secara tradisional (merpati pos atau kantor pos) sekarang bisa dilakukan hanya dengan duduk dan mengetik surat tersebut di depan computer.
Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya adalah sebagai berikut:
a. Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
b. Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonymouse, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
c. Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis seperti misalnya ada juga penghuni yang suka iseng dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
d. Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru didunia maya tersebut.

Netiket : Contoh Etika Berinternet
Netiket atau Nettiquette, adalah etika dalam berkomunikasi menggunakan internet.
a. Netiket pada one to one communications
Yang dimaksud dengan one to one communications adalah kondisi dimana komunikasi terjadi antarindividu “face to face” dalam sebuah dialog.

b. Netiket pada one to many communications
Konsep komunikasi one to meny communications adalah bahwa satu orang bisa berkomunikasi kepada beberapa orang sekaligus. Hal itu seperti yang terjadi pada mailing list dan net news.

c. Information services
Pada perkembangan internet, diberikan fasilitas dan berbagai layanan baru yang disebut layanan informasi (information service). Berbagai jenis layanan ini antara lain seperti Gropher, Wais, Word Wide Web (WWW), Multi-User Dimensions (MUDs), Multi-User Dimensions which are object Oriented (MOOs)

Pelanggaran Etika
Seperti halnya etika dalam kehidupan bermasyarakat, sanksi yang diperoleh terhadap suatu pelanggaran adalah sanksi social. Sanksi social bisa saja berupa teguran atau bahkan dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat.
Demikian juga dengan pelanggaran etika berinternet. Sanksi yang akan diterima jika melanggar etika atau norma-norma yang berlaku adalah dikucilkan dari kehidupan berkomunikasi berinternet.

5. CYBER CRIME : MODUS, PENYEBAB DAN PENANGGULANGANNYA

Cyber Crime : Sebua Evolusi Kejahatan
• Jenis kejahatan “konvensional” :
a. Kejahatan kerah biru (blue collar crime)
Pencurian, penipuan, pembunuhan
b. Kejahatan kerah putih (white collar crime)
Kejahatan korporasi, k. birokrat, malpraktek dll

Pengertian Cybercrime
• Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet.
• Dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi computer dan telekomunikasi.

Karakteristik Unik dari Cybercrime
1. Ruang lingkup kejahatan
2. Sifat kejahatan
3. Pelaku kejahatan
4. Modus kejahatan
5. Jenis kerugian yang ditimbulkan

Jenis Cybercrime

Berdasarkan Jenis Aktivitasnya
1. Unauthorized Access.
Terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu system jaringan computer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik system jaringan computer yang dimasukinya.
Probing dan Port Scanning merupakan contoh dari kejahatan ini.
Aktivitas “Port scanning” atau “probing” dilakukan untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target.
2. Illegal Contents
Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hokum atau mengganggu ketertiban umum.
3. Penyebaran Virus Secara Sengaja
Penyebaran virus umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang system emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.
Contoh kasus : Virus Mellisa, I Love You, dan Sircam.
4. Data Forgery
Kejahatan jenis ini bertujuan untuk memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di Internet.
5. Cyber Espionage, Sabotage and Extortion
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain dengan memasuki system jaringan computer pihak sasaran.
Selanjutnya, sabotage and extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program computer atau system jaringan computer yang terhubung dengan internet.
6. Cyberstalking
Dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan computer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang.
Kejahatan tersebut menyerupai terror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet.
7. Carding
Merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.
8. Hacking dan Cracking
Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang mempunyai minat besar untuk mempelajari system computer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya.
Besarnya minat yang dimiliki seorang hacker dapat mendorongnya untuk memiliki kemampuan penguasaan system di atas rata-rata pengguna. Jadi, hacker memiliki konotasi yang netral.
Aktivitas cracking di internet memiliki lingkungan yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran.
9. Cybersquatting and Typosquatting
Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal.
Typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain yang mirip dengan nama domain orang lain.
10. Hijacking
Merupakan kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain. Yang paling sering terjadi adalah Software Piracy (pembajakan perangkat lunak)
11. Cyber Terorism
Suatu tindakan xybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.

Berdasarkan Motif Kegiatannya
1. Sebagai tindakan murni kriminal
Kejahatan yang murni merupakan tindak criminal yang dilakukan karena motif kriminalitas. Kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan. Contoh kejahatan semacam ini adalah Carding.
2. Cybercrime sebagai kejahatan “abu-abu”
Pada jenis kejahatan di internet yang masuk dalam “wilayah abu-abu” cukup sulit menentukan apakah itu merupakan tindakan criminal atau bukan, mengingat motif kegiatannya terkadang bukan untuk berbuat kejahatan. Contohnya adalah probing atau portscanning.

Berdasarkan Sasaran Kejahatannya
1. Menyerang Individu (Against Person)
Jenis kejahatan ini, sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau criteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut. Beberapa contoh kejahatan ini antara lain : Pornografi, Cyberstalking, Cyber Tresspass
2. Menyerang Hak Milik (Against Property)
Cybercrime yang dilakukan untuk mengganggu atau menyerang hak milik orang lain. Contoh: carding, cybersquatting, typosquatting, hijacking, data forgery
3. Menyerang Pemerintah (Against Government)
Cybercrime Against Government dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Cyber Crime
1. Faktor Politik
2. Faktor Ekonomi
3. Faktor Sosial Budaya
Ada beberapa aspek untuk Faktor Sosial Budaya:
a. Kemajuan Teknologi Informasi
b. Sumber Daya Manusia
c. Komunitas Baru

Dampak Cybercrime Terhadap Keamanan Negara
1. Kurangnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia
2. Berpotensi menghancurkan negara

Dampak Cybercrime Terhadap Keamanan Dalam Negri
1. Kerawanan social dan politik yang ditimbulkan dari Cybercrime antara lain isu-isu yang meresahkan, memanipulasi simbol-simbol kenegaraan, dan partai politik dengan tujuan untuk mengacaukan keadaan agar tercipta suasana yang tidak kondusif.
2. Munculnya pengaruh negative dari maraknya situs-situs porno yang dapat diakses bebas tanpa batas yang dapat merusak moral bangsa.

Menuju UU Cyber Republik Indonesia

Baca UU ITE 2009

Diposkan oleh komputer dan masyarakat di 21:29

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Etika Pemanfaatan Teknologi Informasi

Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama mengapa masyarakat berminat untuk menggunakan komputer yaitu;
1. Kelenturan logika (logical malleability),
Memiliki kemampuan untuk membuat suatu aplikasi untuk melakukan apapun yang diinginkan oleh programmer untuk penggunannya.
2. Faktor Transformasi (transformation factors)
Memiliki kemampuan untuk bergerak dengan cepat kemanapun pengguna akan menuju ke suatu tempat.
3. Faktor tak kasat mata (invisibility factors).
Memiliki kemampuan untuk menyembunyikan semua operasi internal computer sehingga tidak ada peluang bagi penyusup untuk menyalahgunakan operasi tersebut.

Dengan adanya ketiga factor tersebut di atas maka terdapat implikasi etis terhadap penggunaan teknologi informasi meliputi moral, etika dan hukum. Sebelum di bahas mengenai hukum yang berlaku, ada hak sosial dan komputer ( Deborah Johnson) dan hak atas informasi (Richard O. Masson) yang harus dijabarkan:

Hak Sosial dan Komputer (Deborah Johnson)
1. Hak atas akses computer
Setiap orang berhak untuk mengoperasikan komputer dengan tidak harus memilikinya.
2. Hak atas keahlian computer
Pada awal komputer dibuat, terdapat kekawatiran yang luas terhadap masyarakat akan terjadinya pengangguran karena beberapa peran digantikan oleh komputer. Tetapi pada kenyataannya dengan keahlian di bidang komputer dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak;
3. Hak atas spesialis komputer,
Pemakai komputer tidak semua menguasai akan ilmu yang terdapat pada komputer yang begitu banyak dan luas. Untuk bidang tertentu diperlukan spesialis bidang komputer,
4. Hak atas pengambilan keputusan computer
Meskipun masyarakat tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana komputer diterapkan, namun masyarakat memiliki hak tersebut.

Hak atas Informasi (Richard O. Masson)
1. Hak atas privasi,
Sebuah informasi yang sifatnya pribadi baik secara individu maupun dalam suatu organisasi mendapatkan perlindungan atas hukum tentang kerahasiannya;
2. Hak atas Akurasi.
Komputer dipercaya dapat mencapai tingkat akurasi yang tidak bisa dicapai oleh sistem nonkomputer, potensi ini selalu ada meskipun tidak selalu tercapai;
3. Hak atas kepemilikan.
Ini berhubungan dengan hak milik intelektual, umumnya dalam bentuk program-program computer yang dengan mudahnya dilakukan penggandaan atau disalin
secara ilegal. Ini bisa dituntut di pengadilan;
4. Hak atas akses.
Informasi memiliki nilai, dimana setiap kali kita akan mengaksesnya harus melakukan account atau izin pada pihak yang memiliki informasi tersebut. Sebagai contoh kita dapat membaca data-data penelitian atau buku-buku online di Internet yang harus bayar untuk dapat mengaksesnya.
Kedua hak tersebut tidak dapat diambil oleh siapapun, namun sebagai pengguna teknologi ini, pengguna harus belajar bagaimana mempunyai etika yang baik dalam berkomputer. Berikut sepuluh etika berkomputer, yang nantinya akan mengurangi dampak negative dari penggunaan computer, yaitu
1. Jangan menggunakan komputer untuk merugikan orang lain
2. Jangan melanggar atau mengganggu hak atau karya komputer orang lain
3. Jangan memata-matai file-file yang bukan haknya
4. Jangan menggunakan komputer untuk mencuri
5. Jangan menggunakan komputer untuk memberikan kesaksian palsu
6. Jangan menduplikasi atau menggunakan software tanpa membayar
7. Jangan menggunakan sumberdaya komputer orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan
8. Jangan mencuri kekayaan intelektual orang lain
9. Pertimbangkan konsekuensi dari program yang dibuat atau sistem komputer yang dirancang
10.Selalu mempertimbangkan dan menaruh respek terhadap sesama saat menggunakan Komputer.

HUKUM pada TEKNOLOGI INFORMASI

Suatu perangkat aturan yang dibuat oleh Negara dan mengikat warga negaranya untuk mengikuti aturan tersebut agar tercapai kedamaian yang didasarkan atas keserasian antara ketertiban dengan ketentraman, yang secara umum disebut Hukum.
Hukum dalam arti luas , sesungguhnya mencakup segala macam ketentuan hukum yang ada, baik materi hukum tertulis ( tertuang dalam perundang-undangan ) dan hukum tidak tertulis ( tertuang dalam kebiasaan ataupun praktek bisnis yang berkembang). Keberadaan hukum sebagai rule of law berbanding lurus dengan melihat sejauh mana pemahaman hukum dan kesadaran hukum masyarakat itu sendiri terhadap informasi hukum yang tengah berlaku.
Sistem hukum yang baik belum tentu dapat terwujud dengan pembuatan perundang-undangan yang baru terus menerus, melainkan memerlukan suatu kajian yang mendalam mengenai sejauh mana sistem hukum yang berlaku dapat dioptimalkan.
Pemanfaatan Teknologi Informasi, media, dan komunikasi telah mengubah baik perilaku masyarakat maupun peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah pula menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung demikian cepat. teknologi informasi saat ini memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum.. Perkembangan teknologi ini menyebabkan munculnya suatu ilmu hukum baru yang merupakan dampak dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang dikenal dengan hukum telematika atau cyber law.

Hukum Telematika

Pada saat ini banyak kegiatan sosial maupun komersial dilakukan melalui jaringan sistem komputer dan sistem komunikasi, baik dalam lingkup lokal maupun global (Internet), dimana permasalahan hukum seringkali dihadapi ketika terkait dengan adanya penyampaian informasi, komunikasi, dan/atau transaksi secara elektronik, khususnya dalam hal pembuktian dan hal yang terkait dengan perbuatan hukum yang dilaksanakan melalui sistem elektronik, untuk mengakomodasi permasalahan tersebut munculnya beberapa bidang hukum yaitu hukum informatika, hukum telekomunikasi dan hukum media yang saat ini dikenal dengan hukum telematika.
Masalah – masalah yang dihadapi pada hukum telematika sangat luas, karena tidak lagi dibatasi oleh teritori suatu Negara, dan dapat diakses kapanpun dimanapun. Salah satu contoh yaitu kerugian dapat terjadi baik pada pelaku transaksi maupun pada orang lain yang tidak pernah melakukan transaksi, misalnya pencurian dana kartu kredit melalui pembelanjaan di Internet. Di samping itu, pembuktian merupakan faktor yang sangat penting, mengingat informasi elektronik bukan saja belum terakomodasi dalam sistem hukum secara komprehensif, melainkan juga ternyata sangat rentan untuk diubah, disadap, dipalsukan, dan dikirim ke berbagai penjuru dunia dalam waktu hitungan detik. Dengan demikian, dampak yang diakibatkannya pun bisa demikian kompleks dan rumit, sehingga perlu diperhatikan sisi keamanan dan kepastian hukum dalam pemanfaatan teknologi informasi, media, dan komunikasi agar dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu, terdapat tiga pendekatan untuk menjaga keamanan di cyber space, yaitu pendekatan aspek hukum, aspek teknologi, aspek sosial, budaya, dan etika. Untuk mengatasi gangguan keamanan dalam penyelenggaraan sistem secara elektronik, pendekatan hukum bersifat mutlak karena tanpa kepastian hukum, persoalan pemanfaatan teknologi informasi menjadi tidak optimal.

10 KODE ETIK

10 Kode Etik yang digunakan sebagai panduan bagi pengguna dan profesionalisme komputer yang di terbitkan oleh Computer Ethics Institute yaitu :

1) tidak menggunakan komputer untuk membahayakan orang lain ;
2) tidak menganggu kerja komputer orang lain ;
3) tidak menyerobot masuk file komputer orang lain ;
4) tidak menggunakan komputer untuk mencuri ;
5) tidak menggunakan komputer untuk menipu ;
6) tidak menggunakan / menyalin program yang tidak di beli secarah sah ;
7) tidak menggunakan sumber dari kemputer orang lain tanpa kebenaran ;
8) tidak mengambil hasil intelektual orang lain untuk diri sendiri ;
9) memikirkan kesan sosial program suatu sistem yang di bangun :
10) menggunakan komputer dengan memerhatikan rasa dan hormat kepada orang lain.

Diposkan oleh komputer dan masyarakat di 21:26

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ETIKA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Bukan hanya dalam kehidupan bermasyarakat, rumah tangga, disekolah yang mempunyai ETIKA. Tetapi dalam menggunakan komputer juga memiliki ETIKA. Baik itu Etika dalam menggunakan hardware maupun sofware.

Masalah etika dan moral yang muncul dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah sebagai berikut :

1. cracker
cracker yaitu segolongan orang yang menyerobot masuk ke dalam sistem komputer dan merusak sistemnya dengan tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan.

2. penyalahgunaan internet
konsep dunia tanpa batas didalam dunia maya adalah mengundang banyak implmentasi buruk kepada para pengguna internet terutama di kalangan remaja.
3. membuat dan menyebarkan virus
virus ini disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat merusak sistem, data, perisian, dan melumpuhkan rangkaian komputer.
4. pelanggaran hak cipta
pelanggaran hak cipta yaitu memuat sebagian isi atau keseluruhan isi atau kekseluruhan dari suatu dokumen denga tidak benar, melanggar UU Hak Cipta dan ijin pihak pemiliknya.
5. pembajakan software
pembajakan software adalah penggunaan software yang tidak di beli secara sah, termasuk didalamnya memperjual belikan software-software kopian.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KODE ETIK KOMPUTER

Sesuai awal penemuan teknologi komputer di era 1940–an, perkembangan etika komputer juga dimulai dari era tersebut dan secara bertahap berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu baru di masa sekarang ini. Perkembangan tersebut akan dibagi menjadi beberapa tahap seperti yang akan dibahas berikut ini

Era 1940-1950-an
Munculnya etika komputer sebagai sebuah bidang studi dimulai dari pekerjaan profesor Norbert Wiener . yang mengembangkan suatu meriam antipesawat yang mampu menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas di atasnya.
Pada perkembangannya, penelitian di bidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidang riset baru yang disebut cybernetics atau the science of information feedback. Konsep cybernetics tersebut dikombinasikan dengan komputer digital yang dikembangkan pada waktu itu, membuat Wiener akhirnya menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatan teknologi

Era 1960-an
Pada pertengahan tahun 1960 , Donn Parker dari SRI Internasional Menlo Park California melakukan berbagai riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer. Selanjutnya, Parker melakukan riset dan mengumpulkan berbagai macam contoh kejahatan komputer dan aktivitas lain yang menurutnya tidak pantas dilakukan para profesional komputer. Dalam perkembangannya, ia menerbitkan “Rules of Ethics in Information Processing” atau peraturan tentang etika dalam pengolahan informasi.
Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi profesional di bidang komputer, yang ditandai dengan usahanya pada tahun 1968 ketika ditunjuk untuk memimpin pengembangan Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM).

Era 1970-an
Perkembangan etika komputer di era 1970-an juga diwarnai dengan karya Walter Maner yang sudah mulai menggunakkan istilah “computer ethics” untuk mengacu pada bidang pemeriksaan yang berhadapan dengan masalah etis yang diciptakan oleh pemakaian teknologi komputer waktu itu.

Era 1980-an
Pertengahan 80-an, James Moor dari Dartmouth College menerbitkan artikel menarik yang berjudul “What is computer Ethics?” sebagai isu khusus pada Jurnal Metaphilosophy [Moor, 1985]. Deborah Johnson dari Resselaer Polytechnic Institute menerbitkan buku teks Computer Ethics [Johnson, 1985], sebagai buku teks pertama yang digunakan lebih dari satu dekade dalam bidang itu.

Era 1990-an Sampai Sekarang
Sepanjang tahun 1990, berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konfrensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tentang topik di bidang etika komputer. Sebagai contoh, pemikir sepeti Donald Gotterbarn, Keith Miller, Simon Rogerson, dan Dianne Martin .Para ahli komputer di Inggris, Polandia, Belanda, dan Italia menyelenggarakan ETHICOMP sebagai rangkaian konfrensi yang dipimpin oleh Simon Rogerson. Terdapat pula konfrensi besar tentang etika komputer CEPE yang dipimpin oleh Jeroen van Hoven, serta di Australia terjadi riset terbesar etika komputer yang dipimpin oleh Chris Simpson dan Yohanes Weckert.

Etika Komputer di Indonesia
Sebagai negara yang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi komputer, Indonesia pun tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan etika di bidang tersebut. Mengadopsi pemikir dunia di atas, etika di bidang komputer berkembang menjadi kurikulum wajib yang dilakukan hampir semua perguruan tinggi di bidang komputer di Indonesia.

ETIKA dan TEKNOLOGI INFORMASI
Perkembangan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia, seperti revolusi yang memberikan banyak perubahan pada cara berpikir manusia, baik dalam usaha pemecahan masalah, perencanaan, maupun dalam pengambilan keputusan.
Perubahan yang terjadi pada cara berpikir manusia akan berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya. Orang yang biasanya berinteraksi secara fisik, melakukan komunikasi secara langsung dengan orang lain, karena perkembangan teknologi internet dan email maka interaksi tersebut menjadi berkurang.
Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan manusia untuk menjawab tantangan hidup. Jadi, faktor manusia dalam teknologi sangat penting. Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai teknologi maka manusia yang lain akan mengalahkannya. Oleh karena itu, pendidikan manusiawi termasuk pelaksanaan norma dan etika kemanusiaan tetap harus berada pada peringkat teratas, serta tidak hanya melakukan pemujaan terhadap teknologi belaka.
Ada beberapa dampak pemanfaatan teknologi informasi yang tidak tepat yaitu :
– Ketakutan terhadap teknologi informasi yang akan menggantikan fungsi manusia sebagai pekerja
– Tingkat kompleksitas serata kecepatan yang sudah tidak dapat di tangani secara manual
– Pengangguran dan pemindahan kerja
– Kurangnya tanggung jawab profesi
– Adanya golongan minoritas yang miskin informasi mengenai teknologi informasi

Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut maka dapat dilakukan :
– Di rancang sebuah teknologi yang berpusat pada manusia
– Adanya dukungan dari suatu organisasi, kompleksitas dapat ditangani dengan Teknologi
Informasi
– Adanya pendidikan yang mengenalkan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kemajuan teknologi informasi.
– Jika adanya peningkatan pendidikan maka akan adanya umpan balik dan imbalan yang diberikan oleh suatu organisasi
– Perkembangan teknologi akan semakin meningkat namun hal ini harus di sesuaikan dengan hukum yang berlaku sehingga etika dalam berprofesi di bidang teknologi informasi dapat berjalan dengan baik.

Diposkan oleh komputer dan masyarakat di 21:25

 

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s