Diary

Siapa pun bisa murka kalau buku diary nya dibaca orang. Apalagi jika isinya tentang hal yang hina-dina. Memalukan, tolol, bego, pokoknya aib yang bisa bikin orang geli, segeli-gelinya. 

Tapi bakalan beda jadinya, kalau semua keburukan yang tersimpan rapat pada diary yang menjadi rahasia kehidupan seseorang dibukukan. Semua kehinaanpun menjadi milik publik dan menghibur semua publik yang menyukainya. 

Hanya orang tolol seperti Raditya Dika yang mau membagi diary ketololannya dengan menceritakan pada dunia, bahwa dirinya pernah melakukan penelitian ilmiah tentang Badut. Raditya melakukan karya ilmiah anehnya dengan memberi judul Monitoring Altruisme Banality On Clowns Doing Unprecidented Responsive Environment atau disingkat dengan MABOC DUREN. Kebuktikan cuma orang ajaib aja yang bisa kepikiran untuk melakukan penelitian yang tidak berbobot semacam itu. Apalagi ada gaya kayang yang kudu dipraktektikan saat mengenakan kostum badut. Aneh!!!!!!!!! 

Mau bukti memalukan yang Raditya lakukan lainnya? Masuk toilet perempuan!! Cuma cowok yang kegatelan dan selebor yang berdiam diri di stall toilet perempuan. Sebenernya Raditya termasuk yang mana? Yang kegatelan atau yang selebornya? 

Masih ada kenistaan lainnya, Raditya merasa bangga menjadi tabib cabul. Pada diarynya dijelaskan bahwa jabatannya sebagai tabib semata-mata untuk menjalankan tanggung jawabnya atas rubrik Bukune. Tugasnya hanya menjawab semua pengaduan dan curhatan orang yang notabenenya orang-orang aneh semua. 

Ya kalau bukan orang aneh, gak mungkinlah mereka curhat sesuatu yang aneh pula, nggak penting lagi pertanyaannya. Apalagi curhatnya sama Raditya Dika. Dijamin semua jalan keluar yang disampaikannya hanya bisa bikin kamu tertawa sampai mengeluarkan air mata, karena curhatan itu tak ditemukan jalan keluarnya.

Masih banyak lagi hal aneh, memalukan, menggelikan dan hal-hal lainnya yang nggak bisa dibanggakan di buku Radikus Makankakus Bukan Bintang Biasa karya Raditya Dika yang diterbitkan GagasMedia. 

Mungkin karena yang disampaikan adalah hal-hal tolol, maka buku ini menjadi salah satu buku yang direkomendasikan untuk menghibur siapa pun yang ingin tertawa. Tapi, tolong!!! Please!! Jangan ijinkan ibu hamil untuk membacanya! Nggak bagus untuk perkembangan janin!

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s