Pertanyaan Tentang Agama

Benarkah Semua Agama itu Sama saja?

Kampanye yang intinya menyamakan semua agama
adalah kampanye yang menyesat-kan. Para
penyerunya adalah orang-orang yang telah
kehilangan hidayah dari Allah SWT. Dan kampanye
seperti ini sudah dapat dipastikan akan ditolak
mentah-mentah bukan saja umat Islam, namun
oleh semua pemeluk agama, terutama oleh para
tokoh agama masing-masing.

Sepanjang sejarah belum pernah ada tokoh yang
representatif yang mewakili sebuah agama apapun
di dunia ini yang menyerukan kampanye tersebut.
Kalau pun ada, mereka itu umumnya bukan
pemeluk suatu agama yang taat, bahkan cenderung
termasuk kalangan yang terbuang dan nilai
keagamaannya dipertanyakan.Kampanye
tentang ’semua agama adalah sama’ hampir tidak
ada bedanya dengan kampanye atheisme yang anti
Tuhan. Bahkan pada hakikatnya keduanya sama-
sama merupakan kampanye anti tuhan, anti agama
dan anti tauhid. Umat manusia sebenarnya tidak
butuh dengan kampanye seperti itu, karena akan
menghilangkan identitas semua agama. Dan pada
gilirannya akan menghilangkan jati diri manusia itu
sendiri.

Kalau esensi kampanye seperti itu kita terapkan
pada sistem bernegara, maka kampanye itu
menafikan keberadaan semua negara yang ada di
dunia, menafikan semua eksistensi pemerintahan
resmi di semua negara, bahkan menafikan
keberadaan bangsa-bangsa di dunia ini.
Menyamakan semua agama sama saja dengan
menafikan eksistensi semua agama yang ada.
Padahal masing-masing agama punya identitas,
ciri, keunikan dan kekhasan sendiri-sendiri yang
sangat tidak mungkin untuk disamakan begitu saja.
Kalau hanya ingin menyerukan agar para pemeluk
agama saling hidup rukun dan damai, tentu tidak
perlu sampai menghilangkan identitas semua
agama dengan cara menganggap semuanya sama.
Pada hakikatnya, semua ajaran agama telah
memastikan bahwa hidup rukun dengan sesama
pemeluk agama adalah prisip yang harus dianut.
Masing-masing agama punya sembahan yang
identitasnya saling berbeda satu dengan yang lain.
Punya ajaran yang juga saling berbeda, punya
syariat yang juga saling berbeda, punya tata ibadah
ritual yang berbeda, punya persepsi sendiri-sendiri
tentang konsep hidup, manusia, akhirat, surga dan
neraka. Dan semua itu sudah berjalan selama
ribuan tahun di muka bumi. Tiba-
tiba muncul pemikiran bahwa semua agama adalah
sama, dimana para penyerunya bagai orang mimpi
di siang bolong, ngelantur serta terlalu mengada-
ada. Bagaimana mungkin seruan aneh itu bisa
diterima umat manusia?

Sebelum mengatakan bahwa semua agama adalah
sama, mengapa para penyerunya tidak
mengatakan saja bahwa semua warna benda-
benda di dunia ini sama?
Mengapa tidak mengatakan bahwa kapitalisme,
sosialisme, atheisme, komunisme dan semua
bentuk isme di muka bumi ini juga sama?.

Semua agama adalah sama, adalah sebuah ide
kosong yang rapuh konsepnya. Tidak jelas teorinya
dan tidak ada tokoh besar yang menerimanya.
Tidak ada bukti kebenaran teorinya. Sayang sekali
bila masih ada saja orang tertipu olehnya.
Maka anda tidak perlu bingung dengan mengikuti
ide serendah seperti itu.

sesungguhnya agama yang diterima disisi Allah hanyalah islam

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s